404 Masjid dan Musala dalam Bali Diizinkan Gelar Salat Ied 2021

Denpasar berantakan

Sebanyak 404 masjid dan musala di Bali diizinkan untuk menggelar salat Ied di Keadaan Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Meski diizinkan, para-para ibu, anak-anak dan suntuk (lansia) tetap diimbau buat salat Ied di vila.

“Kami mengimbau agar jemaah membawa sajadah milik sendiri saat ke masjid. Para ibu, anak-anak dan lansia menunaikan ibadah di rumah untuk menghalangi penularan COVID-19, ” sirih Kepala Bidang Bimbingan Umum Islam Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bali Arjiman, Rabu (12/5/2021).

Menurutnya, 404 masjid & musala yang diizinkan gelar salat Ied tersebar dalam sembilan kabupaten/kota Bali. Letak itu berada Kota Denpasar 91 unit, Kabupaten Keras 59 unit, Jembrana 68 unit, Buleleng 92 bagian, Tabanan, 23 unit, Karangasem 41 unit, Bangli 3 unit, Klungkung 7 bagian dan Gianyar 20 unit.

Di menggelar salat Ied, para pengurus masjid diminta buat mengikuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 07 tarikh 2021 tentang Panduan Penyelanggara Salat Idul Fitri Tarikh 1442 Hijriyah/2021 saat Pandemi COVID-19. Jemaah yang ikut salat maksimal hanya 10 persen dari kapasitas masjid/musala.

Tak cuma itu, masjid dan musala harus membentuk Satuan Suruhan (Satgas) COVID-19 yang bertugas untuk mengontrol penerapan aturan kesehatan. Berbagai protokol kesehatan tubuh yang dijalankan seperti pemeriksaan suhu, penggunaan masker, tempat cuci tangan, mengatur tenggang jemaah serta mencegah kelompok.

Sementara tersebut, Satgas COVID-19 Kota Denpasar telah berkoordinasi dengan bagian masjid agar menerapkan aturan kesehatan. Warga diimbau loyalitas aturan yang telah ditetapkan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengurus langgar dan Satgas COVID-19 setempat termasuk Bhabinkamtibmas, tugasnya mengatur agar pelaksanaan salat berjalan dengan tertib dan lancar termasuk mengingatkan agar peraturan prokes, ” kata Spesialis Bicara Satgas COVID-19 Tanah air Denpasar Dewa Gede Rai.

Dewa Rai menuturkan, pihaknya memberikan pelaksanaan salat Ied karena kasus COVID-19 di Kota Denpasar cukup landai. Saat itu, Kota Denpasar masuk dalam zona oranye. “Denpasar sejak dua minggu lalu kasusnya melandai sehingga salat mampu di masjid dengan daya terbatas, ” kata dia.

(gbr/gbr)