Ada Narkoba di Acara Organ Tunggal Lampung, 8 Orang Jadi Tersangka

Jakarta porakporanda

Polisi menemukan narkoba pada acara halalbihalal yang diiringi organ sendiri di Tanggamus, Lampung. Di dalam kasus ini, polisi menetapkan 8 orang menjadi tersangka.

“Di kasus narkoba ada 8 karakter jadi tersangka. Untuk peristiwa kerumunan masih kami dalami, ” kata Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya pada wartawan, Senin (17/5/2021).

Dia mengatakan para tersangka terdiri dari pengunjung acara halalbihalal, pihak kru acara, dan warga. Tetapi belum disebutkan identitas 8 tersangka.

Polisi menyatakan terus mendalami kasus tersebut, termasuk perkara kasus kerumunan yang ditimbulkan dalam acara tersebut.

“Masalah keramaian dan karantina kesehatan dan asing sebagainya nanti setelah menggelar perkara akan kami tentukan statusnya mereka. Tapi yang jelas semua akan awak proses sesuai peran daripada masing-masing penyelenggara atau pemodal dan lainnya, ” introduksi dia.

Acara kerumunan tersebut dibubarkan paksa oleh aparat TNI-Polri di Sabtu (15/5) sekitar pukul 01. 30 WIB. Rancangan tersebut digelar di Kampung Karang Agung, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Acara yang dihadiri ratusan orang tersebut digelar dalam konsep halalbilhalal & acara bujang gadis. Acara tidak kunjung bubar padahal pendekatan persuasif telah dikerjakan Satgas COVID-19 setempat.

Saat dibubarkan, para peserta acara melakukan pertentangan kepada petugas. Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan untuk dapat mengendalikan kondisi di lokasi.

“Peserta melakukan perlawanan kepada aparat dengan melakukan pelemparan akik. Di tengah kegelapan, penuh barang mengarah ke petugas. Sehingga petugas melepaskan tembakan peringatan, ” ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Ada sekitar 23 orang yang dibawa ke kantor polisi dan dimintai keterangan.

Petugas juga menemukan barang informasi narkoba. Ada pihak yang juga positif narkoba sesudah dilakukan tes urine.

“Pada 15 Mei dilakukan pembubaran secara paksa, dalam rangka asas sallus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum yang tertinggi maupun perundang-undangan yang berlaku, ” katanya.

“Ada 23 diamankan yang akan dimintai keterangan, di lokasi juga ada barang tanda narkoba, ” tambahnya.

(jbr/idh)