Anggota Komisi XI Sebut Retribusi Sembako Perlemah Daya Beli Masyarakat

Jakarta

Anggota Komisi XI DPR yang juga Kepala DPD Golkar Jawa Timur, M. Sarmuji mengingatkan konsumsi rumah tangga adalah penyokong terbesar pembentukan produk pribumi bruto (PDB), yakni sebesar 57, 6 persen. Tersebut berarti apabila berhasil meningkatkan konsumsi masyarakat, otomatis pertumbuhan ekonomi akan meningkat istimewa.

Hal itu diungkapkannya untuk mengomentari dialog pajak sembako yang hendak diterapkan pemerintah. Padahal tempat mengungkapkan menjaga daya kulak masyarakat adalah kunci kemajuan ekonomi. Oleh karena tersebut, kata dia, jangan sampai ada kebijakan yang malah memperlemah daya beli.

“Wacana pajak sembako akan menghantam sisi suruhan dan memperlemah daya kulak. Jangankan dilakukan, isu pula tidak boleh ada. Kalau itu sekadar isu, negeri harus segera memadamkannya karena bisa mengganggu kepercayaan konsumen untuk melakukan pembelian, ” kata Sarmuji dalam keterangannya, Senin (14/6/2021).

Hal itu diungkapkannya dala rapat kerja kurun komisi XI dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan agenda evaluasi perekonomian nasional dan stabilitas bentuk keuangan. Dalam rapat dengan dihadiri Menkeu, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Komisioner OJK dan LPS itu, Sarmuji mengajak semua anggota Komisi Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk konsentrasi mencari cara memacu pertumbuhan ekonomi secara meningkatkan daya beli.

“BI (Bank Indonesia) sudah menurunkan seven days rate, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) harus mempercepat transmisinya agar suku bunga rekognisi cepat turun, Kemenkeu (Kementerian Keuangan) juga harus membina kebijakan insentif untuk menstimulir konsumsi, ” ujarnya.

Di samping tersebut, anggota Komisi XI DPR RI ini juga menganut jika hal tersebut dilakukan, ekonomi Indonesia akan muncul lebih cepat.

(ncm/ega)