Arinal Djunaidi Tantang Nadiem, Golkar: Kami Dukung Gubernur

Jakarta

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menantang Mendikbud Ristek Nadiem Makarim hingga membawa-bawa frase nenek moyang terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Golkar mendukung Arinal.

“Ya tentu kami dukung Gubernur, beliau yang lebih tahu kondisi daerahnya. Ini sebenarnya hanya soal koordinasi saja,” kata Ketua DPP Golkar Bobby Adhityo Rizaldi kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).

Soal diksi yang ‘tantang’ yang digunakan Arinal, menurut Bobby hanya persoalan budaya. Dia meyakini konteks pernyataan Arinal adalah untuk perlindungan warga Lampung.

“Kalau konteks menantang ya sinergi data saja menurut saya. Semua pejabat negara pasti berusaha semaksimal mungkin melindungi warganya dari bahaya COVID ini, tidak mungkin mau membahayakan warganya, termasuk Pak Gubernur Arinal dan Pak Nadiem. Biasa lah gaya-gaya orang Sumatera, tidak masalah soal tantang-menantang ini, ekspresi semangat saja, untuk lebih saling berkoordinasi. Mungkin data di Pak Nadiem belum update,” ulas Bobby.

Tantangan itu disampaikan Arinal dalam wawancara dengan sejumlah wartawan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Belleza, Bandar Lampung, Selasa, (24/8) lalu. Saat itu Arinal dimintai tanggapan soal aksi Nadiem meminta tolong ke DPR untuk mendorong penerapan PTM di sejumlah daerah.

Ada 12 daerah yang dilaporkan Nadiem, yang terbanyak memang dari Lampung. Kabupaten-kabupaten di Lampung yang dilaporkan Nadiem ke DPR yaitu Pemkab Lampung Tengah, Pemkab Tanggamus, Pemkab Lampung Utara, Pemkab Waykanan, Pemkab Pesawaran, Pemkab Tulang Bawang, dan Pemkab Mesuji.

Kembali ke wawancara Arinal, Ketua DPD Golkar Lampung itu tampak emosional menanggapi pertanyaan soal aksi Nadiem di DPR. Dalam potongan video wawancara yang viral, Arinal bahkan membawa-bawa frase nenek moyang.

“Persoalannya, baru dua hari yang lalu kita 14 kabupaten selesai zona merah, nenek moyang dia dari mana bahwa kabupaten itu tidak boleh sekolah, sampaikan salam saya kepada Nadiem, kalau kamu berani, saya tantang dia,” kata Arinal dalam potongan video yang beredar.

Potongan video viral itu sama dengan wawancara yang ditayangkan oleh sejumlah tv berita nasional, seperti Kompas TV dan tvOne.

Penjelasan Pemprov Lampung soal PTM ada di halaman berikutnya.