Ayah Malaysia Gelar Pertemuan Khusus Bahas Keadaan Darurat

Kuala Lendut

Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong, Sultan Abdullah Ahmad Shah akan menggelar pertemuan khusus keadaan ini. Pertemuan bersama anggota Negeri Malaysia itu untuk membahas suruhan Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin soal keadaan darurat.

Dilansir Reuters dan The Strait Times , Minggu (25/10/2020), pertemuan khusus itu akan digelar di Istana Negara. Sultan Abdullah dijadwalkan bertemu dengan anggota senior Kerajaan lainnya yang disebut Lembaga Penguasa pada pukul 14. 30 waktu setempat dan akan berkelakuan informal tanpa dihadiri politikus Malaysia.

Sultan Abdullah juga dilaporkan akan menyampaikan keputusannya menghantam keadaan darurat yang diminta PM Muhyiddin setelah pertemuan. Saat itu, awak media sudah menunggu di luar Istana Negara sejak memukul 10. 00 waktu setempat.

Sebelumnya, pada hari Sabtu kemarin, Istana Negara mengatakan raja hendak berkonsultasi dengan penguasa lain mengenai proposal Muhyiddin. Namun, Istana tidak mengidentifikasi proposal apa itu.

Berdasarkan Konstitusi Malaysia, seorang Raja bisa menetapkan masa penting jika dia merasa yakin kalau ada ancaman terhadap keamanan nasional, perekonomian atau ketertiban umum. Malaysia terakhir kali menetapkan keadaan penting nasional pada tahun 1969 sesudah terjadi kerusuhan sipil dan pertikaian ras.

Untuk diketahui, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin, menemui Raja Malaysia ataupun Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah pada Jumat (23/10) ini. Dalam pertemuan itu, PM Muhyiddin dikabarkan meminta Sultan Abdullah untuk menetapkan keadaan darurat di Malaysia.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (23/10/2020), informasi tersebut disampaikan sebab dua sumber yang mengetahui tepat soal pertemuan PM Muhyiddin secara Sultan Abdullah.

Taat salah satu sumber, masa penting yang diusulkan akan mencakup penangguhan parlemen, yang dijadwalkan memulai bagian baru pada November mendatang. Ke-2 sumber yang tidak bisa disebut identitasnya karena tidak berwenang cakap ke media itu, tidak menyebut lebih lanjut alasan PM Muhyiddin mengajukan hal tersebut.

Tonton juga ‘Sultan Abdullah Raja Baru Malaysia’:

[Gambas:Video 20detik]

(mae/imk)