BAZNAS Raih 2 Penghargaan Universal

Jakarta

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali mendapatkan penghargaan internasional untuk ketiga kalinya. Kali ini, BAZNAS mengambil dua penghargaan dalam Global Good Governance (3G) Awards dari Cambridge International Financial Advisory (IFA) karena dinilai punya tata kelola dengan baik dan berkomitmen di dalam kesejahteraan sosial yang dijalankannya.

Adapun besar penghargaan tersebut antara lain 3G Sustainable Developments Goals (SDGs) Championship Awards yang telah didapatkan 3 kali berturut-turut, serta 3G Humanitarian Awards.

Wakil Ketua BAZNAS, Mokhamad Mahdum mengatakan penghargaan ini membuktikan tata kelola baik yang dimiliki BAZNAS diakui sebab organisasi berstandar internasional. Dia mengungkapkan penghargan ini didapatkan karena BAZNAS senantiasa fokus pada pekerjaannya.

“Di tahun baru, kedua, maupun ketiga & seterusnya seseorang yang main di BAZNAS itu bukannya malah menurun semangatnya akan tetapi tambah semangat. Otomatis dengan semangat itu, kita bersekolah dari kesalahan masa morat-marit, ” jelas Mahdum di dalam Konferensi Pers Penyerahan BAZNAS Raih Dua Penghargaan Global 3G Awards yang berlaku virtual, Selasa (25/5/2021).

Mahdum menambahkan pihaknya juga melakukan koreksi serta benchmark mengenai apa yang harus dilakukan. Benchmark ini, lanjutnya, dilakukan agar program-program yang dikerjakan BAZNAS bisa disesuaikan dengan tata kelola dunia.

Selain itu, Mahdum mengatakan BAZNAS juga memegang kepercayaan para donatur. Kepercayaan menjadi hal penting yang harus dipertahankan, baik dalam internal maupun eksternal BAZNAS sendiri. Kepercayaan tersebut membuat BAZNAS menjelma lembaga yang modern dan profesional dalam menyalurkan zakat.

“Tidak boleh ada sedikit pun conflict interest, tidak boleh ada cheating, semuanya ada SOP dan kinerja yang payah dipercepat, ” terangnya.

Dalam menjalankan programnya, Mahdum menyebutkan BAZNAS tidak hanya memberi bantuan secara one shot. Tapi mencari jalan memberi bantuan kemanusiaan yang sifatnya sustainable melalui bervariasi program pendampingan. Harapannya, agenda berkelanjutan ini dapat menyusun mustahik (penerima zakat) yang dibantu BAZNAS bisa menjadi muzaki (pemberi zakat) yang ikut memberikan infaknya di BAZNAS dalam jangka periode paling lambat tiga tahun.

Mahdum biar berharap, capaian berupa penghargaan internasional ini dapat menyusun masyarakat semakin percaya di BAZNAS dan jaringan BAZNAS se-Indonesia, serta Organisasi Manajer Zakat (OPZ) lainnya. Jadi siapa pun yang sebelumnya menyalurkan zakat lewat kolom informal, dapat mulai menyerahkan dana zakat dan infaknya melalui BAZNAS atau OPZ lain secara formal.

Senada dengan Mahdum, Direktur Utama BAZNAS Arifin Purwakananta menyebutkan program dengan dilakukan BAZNAS selama ini dilakukan dengan komitmen mewujudkan continuous improvement. Untuk mengambil capaian ini, kata Arifin, pihaknya melakukan komparasi, pengukuran, dan pengembangan program secara menyesuaikan pada apa yang dilakukan lembaga-lembaga dunia dalam mengembangkan organisasi.

“Bagian yang terpenting lantaran awards ini adalah sewarna milestone bagi BAZNAS untuk melakukan transformasi tata kelola, agar dapat semakin tertib dan mendorong keberlanjutan manajer zakat di Indonesia, ” kata Arifin.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Noor Ahmad dalam sambutannya menyampaikan terima kasih. Noor mengatakan, meski wabah pandemi COVID-19 belum berakhir pihaknya akan selalu berupaya menyejahterakan masyarakat.

“Kami berterima kasih atas pujian tinggi yang diberikan kepada BAZNAS. Kami akan melanjutkan upaya terbaik untuk memajukan kualitas hidup orang-orang yang kurang beruntung di Nusantara, ” pungkasnya.

(prf/ega)