Beredar Gambar ‘Pigai Digunakan Puan Buat Hancurkan Ganjar’, Elite PDIP: Fitnah!

Jakarta

Beredar pesan gambar yang menyebut Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, menggunakan jasa mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, untuk menghancurkan Ganjar Pranowo dan Jawa Tengah (Jawa Tengah). Elite PDIP Hendrawan Supratikno merespons dengan pernyataan ‘keras’.

Pesan gambar dengan foto Puan, berikut tulisan ‘Pigai Sengaja Digunakan Oleh Puan Untuk Menghancurkan Ganjar dan Jateng’ itu, dikirim melalui WhatsApp (WA), Sabtu (2/10/2021). Foto Puan di gambar tersebut sedang mengenakan kebaya merah, dan ada juga foto Pigai.

Respons awal Hendrawan perihal pesan gambar bertuliskan ‘Pigai Sengaja Digunakan Oleh Puan Untuk Menghancurkan Ganjar dan Jateng’ diawali dengan sindiran.

“Apa perlu ditanggapi? Apakah kita mau diperbodoh, dianggap bodoh, atau menyebar virus kebodohan? Apakah kebodohan pantas diberi tempat dalam orkestrasi kita membangun etika demokrasi dan peradaban bangsa yang lebih maju?” kata Hendrawan kepada wartawan, Minggu (3/10/2021).

Hendrawan menyebut dalam menyongsong demokrasi Indonesia yang lebih baik, selalu ada pihak yang bertolak belakang dengan menebar fitnah. Pimpinan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI itu mengingatkan, jangan menghabiskan energi untuk politik adu domba.

“Dalam gerak kita ke masa depan, selalu ada kelompok orang yang ingin melakukan pendangkalan akal budi. Pencerahan berusaha ditutup-tutupi dengan kabut fitnah dan selubung kebencian. Kita didorong berkutat dalam lembah kelam yang dikuasai nafsu-nafsu primitif pra-demokrasi,” sebut Hendrawan.

“Ini zaman demokrasi, Bung. Jangan menghabiskan energi dan konsentrasi untuk menonton palagan devide et impera (politik adu domba)!” tegasnya.

Hendrawan kemudian menyinggung paragraf pertama Mars PDIP. Ketua Bidang Perekonomian DPP PDIP 2015-2020 itu menegaskan bahwa PDIP tetap kompak.

“Paragraf pertama mars kami, ‘atas kasih dan kehendak Yang Maha Pencipta, kita telah sepakat bersatu, bersatu dalam satu rampak barisan, menentang kemiskinan’. Jadi kami tetap dalam satu barisan,” ucapnya.

Anggota DPR dapil Jawa Tengah X itu juga mengkritik Natalius Pigai. Hendrawan menilai pernyataan Pigai tentang orang Jateng tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Soal Natalius Pigai, mantan anggota Komnas HAM, pandangannya terhadap orang Jateng, selain peyoratif dan diskriminatif, jelas-jelas tak sesuai dengan esensi dasar nilai-nilai kemanusiaan. Begitu cepat ia melupakan habitat profesinya,” tutur Hendrawan.

Baca pernyataan Pigai soal orang Jateng di halaman berikutnya.