Bungsu Habib Rizieq Protes Bahana Tak Terdengar, Hakim Skors Sidang

Jakarta – Mahkamah Hakim menskors sidang pertama Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait kasus kerumunan serta kasus tes swab. Menghukum tersebut dilakukan sebagai ekor protes Habib Rizieq dengan mengaku tak mendengar bahana dari persidangan.

Mulanya, Habib Rizieq yang sedia secara virtual meminta dihadirkan langsung di persidangan. Kekasih Rizieq beralasan suara pada ruang persidangan tak merebak jelas.

“Jadi begini saya mau mengirimkan alasan kenapa minta dihadirkan karena sidang online tergantung pada sinyal sementara sinyal di sini terputus serta suara sering terputus, saya tidak jelas mendengar barang apa yang disampaikan oleh yang hadir di persidangan dan ini sangat merugikan beta. Jadi sekali lagi online ini sangat merugikan karena terlalu bergantung pada petunjuk dan sinyal sering terputus itu membuat gambar serta sinyal terputus, ” prawacana Habib Rizieq secara virtual dalam persidangan di PN Jakarta Timur, Jakarta Timur, Selasa (16/3/2021).

Atas keluhan Habib Rizieq tersebut, majelis hakim biar memastikan sidang tidak hendak dilanjutkan jika suara dalam persidangan belum terdengar jelas. Hakim Ketua Suparman Nyompa kemudian berkonsultasi dengan teknisi IT.

“Yang jelas kami tidak bakal lanjutkan sidang kalau tidak terang suaranya ya. Ini saya sudah konsultasi sebetulnya dengan teknisi IT dengan ada di sini. Tersebut kami minta waktu sedang ya, berikan waktu pada petugas untuk memperbaiki audionya, ” tutur Suparman.

Suparman mengatakan, era ini teknisi IT tengah berupaya memperbaiki permasalahan audio tersebut. Sehingga suara dalam persidangan dapat terdengar nyata oleh Habib Rizieq dengan hadir secara virtual.

“Sekarang ini ana coba undang audionya tercampak terang yang dari kian. Kalau suara saya terang di sini, suara kami yang di sana dengan tidak terang ini. Tadi ini ada sudah teknisi kami datang, ” katanya.

Sidang lalu diskors. Suparman mengatakan, sesi akan kembali digelar setelah tidak ada lagi permasalahan pada audio.

“Sementara itu dulu, aparat teknisi IT memperbaiki perangkatnya dulu supaya suaranya mampu terang dan jelas kita dengar di sini. Kita skorsing lagi ya konvensi ya. Berikan petugas IT untuk memperbaiki audionya, ” ujar Suparman. (mae/fjp)