Charlie Hebdo Pajang Kartun Cabul Erdogan, China Ingatkan AS Soal Sri Lanka

Jakarta

Pemerintah Turki geram dan menuduh majalah mingguan satire Prancis, Charlie Hebdo melakukan “rasisme budaya”. Majalah itu dikecam karena membuat sebuah kartun kaca depan untuk edisi terbarunya yang mengejek Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Seperti dilansir AFP, Rabu (28/10/2020) kecaman itu dilayangkan oleh Asisten Pers Erdogan.

“Kami mengutuk upaya menyesatkan menjijikkan dari publikasi ini buat menyebarkan rasisme dan kebencian budayanya, ” kata asisten pers Erdogan, Fahrettin Altun, di Twitter, Selasa (27/10/2020).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional dengan menarik perhatian pembaca detikcom , hari ini, Rabu (28/10/2020):

kepala Menlu AS ke Sri Lanka, China Ingatkan Jangan Memaksa & Menggertak

China memperingatkan Amerika Serikat untuk tak “memaksa dan menggertak” Sri Lanka saat Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Mike Pompeo muncul di negara tersebut.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (28/10/2020), Pompeo diperkirakan mau meminta Sri Lanka untuk memproduksi pilihan “sulit” dalam hubungannya dengan China, yang telah memberikan investasi penting dan dukungan diplomatik di dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami dengan tegas menentang Amerika Serikat mengambil kesempatan dari kunjungan Menteri Luar Negeri untuk menabur dan mencampuri hubungan China-Sri Lanka, dan untuk memaksa dan menggertak Sri Lanka, ” kata Kedutaan China dalam sebuah pernyataan.

– Marah Disebut Teroris, Erdogan Gugat Politikus Belanda Geert Wilders

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengajukan gugatan hukum terhadap politikus Belanda, Geert Wilders. Erdogan menyangka Wilders yang kontroversial ini sudah menghina dirinya, dengan menyebutnya sebagai ‘teroris’ di media sosial.