Gundah Gulana Pegawai KPK Tak Lolos TWK Kini Makan Gaji Buta

Jakarta

Cerita gundah gulana pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) mengemuka. Mereka seolah makan gaji buta karena datang ke kantor tanpa ditugasi pekerjaan.

Cerita pertama datang dari Faisal. Dia mengaku tetap masuk kantor meskipun pada hari kemarin tidak dilantik sebagai ASN.

“Kalau di kantor saya lihat e-mail, baca-baca e-mail, kemudian diskusi dengan teman-teman, baik yang PNS maupun MS, terus kalau ada yang harus dikerjakan diminta atasan langsung biasanya membuat rilis kegiatan KPK, ” kata Faisal saat dihubungi, Rabu (2/6/2021).

Terima Gaji sampai Oktober 2021

Meski sudah dinonaktifkan, Faisal membenarkan bahwa ia masih menerima gaji sampai Oktober 2021. Alih-alih bersantai, Faisal sedih bukan main karena harus makan gaji buta. Terlebih, gaji yang ia terima berasal dari uang rakyat.

“Kalau saya sendiri sebenarnya sedih, dapat gaji tapi pekerjaan yang seharusnya saya kerjakan dipotong, itu gaji kan uang rakyat ya. Mestinya saya tetap harus bekerja sesuai dengan apa yang saya kerjakan sebelumnya, ” ungkapnya.

Faisal bahkan menceritakan dalam slip gaji pegawai KPK ada tulisan ‘gaji saya dari rakyat’. Menyadari hal tersebut dengan melihat kondisinya saat ini, Faisal merasa sedih.

“Iya benar, kalau bagi saya uraian ‘gaji saya dari rakyat’ itu memang benar, saya bekerja dengan gaji dari rakyat, sehingga semestinya saya mengeluarkan semua kualitas kerja saya untuk pencapaian kerja target dari KPK. Kalau seperti sekarang sedih karena tidak bisa bekerja maksimal, ” ungkap Faisal.

“Pertama nggak tercapai target sesuai KPI tahun ini, itu yang jadi kekhawatiran, sama ya saya sudah digaji tapi tidak bekerja maksimal yang harusnya dikerjakan tapi tidak dikerjakan karena penonaktifan ini, ” sambungnya.

Nasib Tak Jelas

Kisah lain diceritakan pegawai KPK bernama Tri Artining Putri. Wanita yang akrab disapa Puput itu sebelumnya menjabat sebagai spesialis muda di Biro Humas KPK.

“Iya memang jadi bingung mau ngapain karena kan SK 652 itu bilang kami harus serahkan tugas dan tanggung jawab ke atasan, ” kata Puput di Biro Humas KPK, Rabu (2/5/2021).

Puput mengungkap dari 75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK, ada yang tetap ke kantor dan ada juga yang tidak. Saat ini Puput mengaku masih sibuk menyiapkan materi laporan ke lembaga lain terkait TWK KPK.

“Sekarang ya advokasi-advokasi kerjanya. Kemarin itu lapor Komnas HAM, ke Ombudsman, ” ujarnya.

Puput mengaku kecewa terkait hasil dari hasil TWK itu. Padahal ia mengaku masih ingin berjuang memberantas korupsi.

“Lebih ke miris, prihatin, geram, ya ada kecewanya juga kenapa prosesnya harus begini. Kalau soal semangat pemberantasan korupsi, masih banget, tapi itu kan aku, kalo misalnya proses ini akhirnya merasa aku ndak cukup pantas untuk ikut berjuang memberantas korupsi di KPK, ya aku dan teman-teman sudah menempuh jalur hukum yang sesuai dengan undang-undang dan aturan yang ada. Kalau hasilnya masih menetapkan aku ndak bisa balik ke KPK ya mau gimana lagi, ” ujarnya.