Jakarta Macet Lagi, Pemprov Ungkap Volume Lalin Dekati Normal Sebelum Pandemi

Jakarta kacau Sejumlah ruas di Jakarta kembali mengalami kemacetan era kebijakan pemberlakuan pembatasan kesibukan masyarakat (PPKM) mikro sedang berlaku. Kepala Bidang Morat-marit Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Rudy Saptar mengucapkan volume kendaraan saat itu hampir masuk dalam perihal normal sebelum masa pandemi COVID-19.

“Ada kaum ruas jalan yang memang bukan meningkat tapi hampir mendekati volume saat wajar dulu sebelum pelaksanaan PSBB dan PPKM, ” ujar Rudy saat dihubungi, Kamis (1/3/2021).

Walaupun demikian, Rudy tak memerinci berapa peningkatan volume kendaraan yang terjadi saat ini. Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu mengenai masukan peningkatan volume kendaraan.

“Nanti untuk datanya kami belum bisa sampaikan, nanti nunggu arahan zaman, ” ucapnya.

Meski sudah ada penambahan jumlah volume kendaraan, Pemprov DKI rupanya belum hendak memberlakukan kembali kebijakan eksentrik genap. Rudy mengatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi secara Ditlantas Polda Metro Hebat terkait belum diterapkan kecendekiaan ganjil genap.

“Untuk ganjil genap kita sudah koordinasi dengan bagian Ditlantas juga bahwa kita belum mengarah ke kian ya. Mengingat ini masih PPKM ada pembatasan kapasitas angkutan umum, jadi kita belum mengarah untuk menerapkan kembali, ” katanya.

Rudy mengaku pihaknya tidak bisa menjelaskan dalih ganjil genap belum diterapkan kembali. “Saya juga nggak bisa menyampaikan sendiri, tentunya perlu arahan dari Bapak Kadis, ” katanya.

Sebelumnya diberitakan, DKI Jakarta berhasil keluar daripada daftar 10 besar tanah air termacet di dunia cara TomTom Traffic Index. Saat ini, Ibu Kota Indonesia menyelundup urutan ke-31 dari 416 kota yang diukur berdasarkan lembaga survei ini.

Hal itu diumumkan Pemprov DKI Jakarta di akun Instagram-nya. Pemprov DKI merujuk data dari kedudukan TomTom Traffic Index.

“Terima kasih pada seluruh masyarakat Jakarta. Menurut TomTom Traffic Index terbaru, Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet di dunia. Kini, Jakarta berharta di posisi ke-31 dibanding 416 kota lain dengan berarti kemacetan semakin berkurang, ” tulis Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagram @dkijakarta, Minggu (17/1/2021).

Dalam survei yang dikeluarkan oleh perusahaan spesialis teknologi lokasi ini dijelaskan kondisi lalu lintas Jakarta dalam kurun empat tahun terakhir. Pada 2017, tingkat kemacetan mencapai angka 61 persen yang menyebabkan DKI Jakarta masuk peringkat 4 besar kota termacet pada dunia. (man/tor)