Kasus Bunuh Diri di Malaysia Meningkat Selama Masa Lockdown

Johor Baru

Movement control order (MCO) atau lockdown untuk mengendalikan penyaluran virus Corona telah dimulai sejak lima bulan lalu di Malaysia. Sejak kebijakan itu diberlakukan, aparat pemadam kebakaran sibuk menangani kejadian orang-orang yang mengancam akan pati padam diri.

Seperti dilansir dari The Star , Selasa (11/8/2020) dalam umum kasus, petugas pemadam kebakaran mampu membujuk mereka sebelum membawa itu ke rumah sakit.

Penasihat Operasi Departemen Kebakaran dan Penyelamatan Nasional, Nor Hisham Mohammad mengatakan bahwa Juni adalah bulan tersibuk mereka dengan 21 kasus percobaan bunuh diri di seluruh kampung.

“Semua korban (pada Juni) berhasil diselamatkan dengan hanya tiga korban luka. Tidak ada kematian, ” katanya.

Dia mengatakan antara Maret serta Juli, departemen telah menangani 88 kasus seperti itu, dengan 78 orang berhasil diselamatkan, tujuh terluka dan tiga tewas.

Nor Hisham mencatat bahwa itu hanya kasus-kasus yang ditangani oleh departemen tersebut dan angkanya bisa jauh lebih tinggi.

Dia mengatakan beberapa dari mereka yang ingin bunuh diri merasai depresi, bipolar, memiliki hubungan yang gagal atau dalam kesulitan keuangan.

Ada jumlah pria dan wanita yang sama, katanya menambahkan, bahwa yang termuda yang diselamatkan dari bunuh diri merupakan seorang gadis berusia 15 tahun di Kelantan. Sedangkan yang tertua adalah beberapa orang berusia 60-an dari Sabah.