Kebaikan Marga soal CCTV di Lokasi Penembakan 6 Laskar FPI: Potensi Rusaknya Kecil

Jakarta

General Manager Representative Office Jasa Asas Jakarta-Cikampek, Widyatmiko menjelaskan soal kerusakan sejumlah CCTV di ruas Pungutan Japek termasuk di TKP penembakan laskar FPI. Jasa Marga sudah melakukan pengecekan dan ditemukan kerusakan.

“Jadi ada sambungan FO (Fiber Optic) itu membentuk ada seperti joint closurenya sungguh yang menyambung kan FO utama gulungan. Itu kan dalam buka berapa kilo meter ada soket yang untuk menyambung. Nah pada situ pelacakannya membutuhkan waktu sebab biasanya kami mengidentifikasi dari kebobrokan di luar, nah di luar itu tidak ada masalah sampai akhirnya di cek-cek terus pakai alat khusus, ” jelas Widyatmiko, di Komnas HAM, Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Dari pengecekan itu, kemudian ditemukan titik masalahnya. Widyatmoko sumber yang menyebabkan CCTV tidak berfungsi karena kerusakan di bagian joint closure.

“Jadi secara kasat mata kerusakannya tidak tampak, dan ini kerusakan ini kurang, apa istilahnya bisa terjadi bisa iya, karena operasional jalan dalam tol itu kan 24 tanda ada hujan, ada itu, ” jelas dia.

Dia mengatakan, kerusakan tersebut bisa sesekali terjadi. Namun dia menyebut potensi kerusakan di bagian joint closure sangatlah kecil.

“Bisa terjadi, bisa juga, tapi daya terjadi pasti ada, karena alat buatan manusia kan ya, istilahnya cuman sample-sample, yang lain itu potensinya memang kecil, kebetulan saja istilahnya dalam artian makanya diperiksanya baru agak lama itu karena secara fisik itu tidak tampak namun setelah ditelusuri lebih tinggi titik kerusakannya itu ternyata di titik sambungan yang tidak terlihat kasat mata, ” kata dia.

Widyatmoko juga menyuarakan kerusakan serupa pernah kejadian, akan tetapi potensi kerusakannya jarang terjadi. Sebab, lanjut dia, kerusakan yang terjadi murni terkait operasional.

“Memang pernah ada namun istilahnya itu kalau dilihat dari daya kerusakan emang jarang dan tersebut bukan kerusakan akibat fisik. Tersebut karena itu murni operasional. Dia kan posisinya di luar tersedia panas, ada karat ada juga hewan pengganggu yang bisa memotong itu juga yang bisa menjadi potensi kerusakan, tapi probabilitasnya balik lagi tergantung masing-masing karakteristik lapangannya, ” kata dia.

Untuk diketahui 23 CCTV di ruas Tol Jakarta-Cikampek yang hancur pada kilometer 49-72. Kerusakan CCTV itu juga kebetulan bersamaan secara peristiwa penembakan yang menewaskan 6 Laskan FPI yang berada di sekitar KM 50.

Pihak Jasa Marga sudah diperiksa sebanyak tiga kali oleh Komnas HAM. Hari ini, Jasa Marga didalami lagi perihal CCTV.

“Kemarin setelah pemeriksaan dengan kedua itu Komnas HAM sedang meminta data terkait dengan tentang detail-detail spesifikasi cctv dan selalu kendala-kendala yang ada selama rekaman-rekaman yang diminta sudah kami serahkan, namun masih ada beberapa sedang yang perlu ditambahkannya keterangan terkait spesifikasi dan data-data dukung asing lah. Yang diperlukan oleh Komnas HAM untuk memeriksa, ” cakap Widyatmiko.

Pemeriksaan berlaku sekitar tiga jam mulai memukul 14. 00 WIB hingga 17. 00 WIB. Jasa Marga berencana melakukan pengecekan di lapangan di hari Jumat (18/12) besok.

“Tadi jam dua dan berakhir jam lima lah, jadi berarti tiga jam kami menyelenggarakan pendalaman lagi terhadap Jasa Marga tapi memang masih ada penyeliaan kembali dari Jasa Marga kelak ya, ” kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam.

(idn/idn)