Kejagung Tepis Video Viral Jaksa Terima Suap Terkait Sidang HRS: Hoax!

Jakarta – Viral di media sosial video yang menarasikan seorang jaksa menerima suap pada sidang kerumunan dan ulangan swab Habib Rizieq Shihab yang telah digelar pada Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Kejaksaan Agung (Kejagung) mengecap kejadian itu tidak betul.

Video tersebut menarasikan dengan voice over ‘terbongkar pengakuan seorang jaksa dengan mengaku menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Shihab, innalillah semakin hancur wajah hukum Indonesia, ‘. Gambar itu berdurasi 48 denyut dengan menampilkan wawancara wartawan dengan seorang jaksa yang belakangan diketahui Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yulianto.

Potongan video itu memunculkan interaksi wawancara antara jaksa Yulianto dengan wartawan.

‘Berapa yang ditangkap Pak? ‘ kata kuli.
‘Satu yang kita tangkap jaksa AM dengan kedua adalah AF pemberinya, ‘ kata jaksa Yulianto.
‘Nominalnya? ‘ sahut wartawan.
‘Nominalnya satu, 5 uangnya dalam wujud pecahan rupiah dan pecahan rupiah Rp 100 seperseribu dan pecahan Rp 50 ribu, ‘ kata jaksa.
‘Ditemukan di? ‘ lanjut wartawan itu.
‘Ditemukan di tempat kos oknum jaksa, ‘ ungkap jaksa mengakhiri.

Kejagung lantas memberikan penjelasan. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebut bahwa peristiwa dalam video itu terjadi pada November 2016. Leonard menerangkan, video itu tidak berkaitan dengan peristiwa sidang Habib Rizieq.

“Bahwa video interpretasi seorang oknum jaksa sebab tim saber pungli Kejaksaan Agung adalah peristiwa dengan terjadi pada bulan November tahun 2016 yang berantakan dan bukan merupakan penyungguhan jaksa yang menerima uang sogok kasus sidang Habib Rizieq Shihab, ” kata Leonard seperti dikutip, Minggu (21/3/2021).

Oknum jaksa AF yang ditangkap itu merupakan terpidana atas peristiwa korupsi penjualan tanah kas di Jawa Timur. Kejagung menegaskan video tersebut tidak benar alias hoax.

“Bahwa penangkapan perseorangan jaksa AF di Jawa Timur tersebut terkait dengan pemberian suap dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi penjualan tanah kas dukuh di Desa Kali Mok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ” tuturnya.

“Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Besar Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut merupakan tidak benar atau hoax , ” sambungnya.

Simak juga ‘Dirut RS Ummi Didakwa Buat Keributan Gegara Hoax Hasil Swab Habib Rizieq’:

[Gambas:Video 20detik] (whn/knv)