KPK Limpahkan Berkas Perkara Bekas Anggota DPRD Jabar ke Pengadilan

Jakarta – KPK telah melimpahkan berkas kasus eks anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Abdul Rozaq Muslim ke Pengadilan Daerah (PN) Tipikor Bandung, Jawa Barat. Kasus ini terpaut dengan dugaan korupsi pengakuan hadiah atau janji terpaut bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu yang mengganjur mantan Bupati Indramayu, Supendi.

“Selasa (6/4), Jaksa KPK Amir Nurdianto melimpahkan berkas perkara Terdakwa Abdul Rozaq Muslim ke PN Tipikor Bandung, ” kata pendahuluan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Selasa (6/4/2021).

Ali mengatakan, kini penahanan Abdul Rozaq menjadi kewenangan PN Tipikor Bandung. Namun, saat ini Abdul Rozaq masih ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Suci, Jakarta Selatan dengan kausa kesehatan.

“Penahanan selanjutnya telah menjadi kewenangan PN Tipikor Bandung. Namun untuk tempat penahanan sedang di titipkan di Rutan KPK Gedung Merah Putih dengan pertimbangan alasan kesehatan tubuh, ” ujar Ali.

Sementara, terkait persidangan Abdul Rozaq, Ali mengutarakan akan segera digelar. Saat ini, lanjutnya, tim jaksa penuntut umum (JPU) lantaran KPK masih menunggu penunjukan majelis hakim. Begitupun rancangan sidang agenda pembacaan tulisan dakwaan masih belum muncul.

“Tim JPU akan menunggu penetapan penetapan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang dengan skedul pembacaan surat dakwaan, ” katanya.

Bertambah lanjut, menurut Ali, rencananya Abdul Rozaq akan didakwa dengan pasal 12 huruf a Jo Pasal 18 UU Tipikor Jis kausa 55 ayat (1) ke 1, pasal 65 bagian (1) KUHP atau kausa 12 huruf b Jo pasal 18 UU Tipikor Jis pasal 55 bagian (1) ke 1, pasal 65 ayat (1) KUHP atau pasal 11 Jo pasal 18 UU Tipikor Jis pasal 55 ayat (1) ke 1, perkara 65 ayat (1) KUHP.

Seperti diketahui, Abdul Rozak Muslim menjadi tersangka baru dalam kasus suap yang menyeret mantan Bupati Indramayu Supendi. Abdul Rozak merupakan anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Golkar periode 2014-2019 yang dijerat berdasarkan perkembangan penyidikan kejadian ini. Dalam kasus itu, Abdul Rozak diduga menerima uang sebesar Rp 8, 5 miliar.

“ARM diduga menerima sebesar dana sebesar Rp 8, 582 miliar yang pemberiannya dilakukan dengan cara memindahkan ke rekening atas nama orang lain, ” logat Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto kepada kuli di gedung Merah Suci KPK, Jakarta, Senin (16/11/2020).

Kasus ini pun masih terus dikembangkan KPK. Penyidik KPK belum lama ini menggeledah Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan mengamankan sebanyak dokumen dan barang bahan elektronik.

“Di lokasi ini, ditemukan dan diamankan berbagai bukti di antaranya dokumen dan bahan elektronik yang terkait pasal, ” kata Plt Spesialis Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Jumat (19/3).

Ali mengatakan barang bukti yang diamankan akan diverifikasi terlebih awal. Lalu, dokumen dan barang elektronik tersebut disita untuk melengkapi berkas perkara penyidikan.

KPK selalu telah memeriksa mantan Bupati Indramayu, Supendi, terkait kasus dugaan korupsi pengaturan proyek di Indramayu dengan tersangka eks anggota DPRD Mencuraikan Abdul Rozaq Muslim. Selain Supendi, KPK memeriksa Carsa ES selalu pengusaha sekaligus penyuap eks Bupati Indramayu itu.

Simak juga ‘KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat Tersangka Pengadaan Barang COVID-19’:

[Gambas:Video 20detik]

(mae/mae)