Pemprov DKI Tegaskan Tak Dukung Izin Caspar Jakarta Menggelar Konser DJ

Jakarta kepala

Pemprov DKI Jakarta memastikan pihaknya tidak pernah menerbitkan izin penyelenggaraan konser di Caspar Jakarta. Kepala Seksi Pengawasan Jawatan Pariwisata DKI Jakarta Iffan mengatakan saat ini Pemprov baru memberi izin live musik terbatas di hotel dan restoran.

“Enggak, kalau konser sekitar ini belum. Kita live musik yang terbatas pada hotel atau restoran, ” kata Kepala Seksi Perlindungan Disprekraf DKI Jakarta, Iffan saat dihubungi, Jumat (2/4/2021).

Iffan menilai Cascar Jakarta melanggar adat kesehatan COVID-19. Sebab, resto dan bar ini berani menggelar konser musik disk jockey (DJ) yang mengundang kerumunan.

“Untuk (izin) event pementasan sendiri kita belum ada. Karena kalau misalnya dia pakai apapun bentuknya jelas penyalahgunaan atau itu lupa, ” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya berencana akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap pengelola. Rencananya, Disparekraf yang akan menyambangi pemimpin di Caspar Jakarta.

“Makanya besok kita panggil manajemennya untuk menindaklanjuti seperti apa yang terjadi, ” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, beredar viral di media sosial (medsos) menampilkan kerumunan orang di salah satu restoran serta bar di kawasan Sudirman, Jakpus. Kerumunan orang tersebut tampak tengah berpesta secara entakan musik yang dibawakan seorang DJ.

Video itu tersebar juga di aplikasi perpesanan WhatsApp Group (WAG). Dari gambar yang beredar itu, tampak orang-orang berkerumun tanpa memakai masker serta tidak menerapkan jaga jarak di zaman pandemi COVID-19.

Mereka tampak berjoget dengan diiringi musik dari DJ. Terlihat pula seorang rapper yang tengah beraksi.

Caspar Jakarta keputusannya disegel dan didenda puluhan juta oleh Satgas COVID-19 lantaran membuat kerumunan dalam masa pandemi virus Corona. Restoran dan bar di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, itu pun ditutup semasa 3 hari.

“Sudah kita segel (selama 3 hari), ” perkataan Kasatpol PP Jakarta Tengah Bernard Tambunan saat dihubungi, Minggu (6/6/2021).

Kapolsek Metro Tanah Raka Kompol Singgih Hermawan secara terpisah juga membenarkan restoran dan bar itu disegel selama 3 hari. Singgih menambahkan restoran dan pub itu juga didenda Rp 50 juta.

“Kami satgas kecamatan dipimpin Pak Camat, menindaklanjuti terkait, dengan Satpol PP serupa, masalah pelanggaran prokesnya. Makanya tadi disegel selama 3 hari dan didenda Rp 50 juta, ” sirih Kompol Singgih, saat dihubungi, Minggu (6/6/2021).

Dia menjelaskan restoran serta bar itu mengadakan kegiatan hingga mengundang kerumunan dengan membuat konser DJ, Jumat (4/6). DJ yang didatangkan restoran dan bar ini, lanjutnya, berasal dari Bali.

(maa/maa)