Postingan yang Kabarkan Lia Eden Meninggal Dihapus, Kenapa?

Jakarta – Lia Aminuddin nama lain Lia Eden dikabarkan wafat dunia. Namun, unggahan yang mengabarkan kabar duka tersebut telah dihapus.

Ialah Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk) yang mengabarkan meninggalnya Lia Eden melalui akun Facebook-nya sekitar pukul 09. 53 WIB. Dalam unggahannya, Lia Eden disebut meninggal pada Jumat (9/4) berarakan.

“Lia Eden (Lia Aminudin) yang semenjak 1995 meyakini terus menyambut bimbingan malaikat Jibril telah meninggal Jumat (9/4) semrawut, ” demikian dikutip sejak akun Facebook Serikat Pewarta untuk Keberagaman (Sejuk), Minggu (11/4/2021).

Komunitas Sejuk telah mengizinkan detikcom untuk mengutip informasi tersebut. Lia Eden dikabarkan meninggal dunia pada Jumat berantakan (9/4).

“Selamat jalan, Lia Eden. Beristirahatlah dalam kemenangan yang mahadamai, ” demikian dikutip lantaran akun Sejuk.

Pada pukul 14. 30 WIB, detikcom kembali menyambangi akun Facebook Sejuk tersebut. Namun postingan yang mengabarkan meninggalnya Lia Eden tak lagi ada.

Akun tersebut hanya membagikan unggahan orang lain dengan menyampaikan kabar meninggalnya Lia Eden. Dalam kolom komentar, Sejuk juga menjawab perkara warganet yang mempertanyakan peristiwa penghapusan unggahan mengenai Lia Eden.

“Nanti setelah hari Senin, setelah masa berkabung selesai selesai, kawan-kawan Eden akan notifikasi juga, ” demikian pikiran Sejuk dalam kolom perkataan.

Lia Eden pernah menggegerkan Indonesia dalam 2005 lalu. Kala tersebut, dia mengaku memperoleh wahyu dari Jibril. Dia biar mendapatkan sejumlah pengikut lewat Takhta Suci Kerajaan Tuhan.

Namun MUI menilai ajaran Lia Eden sebagai ajaran sesat. Lia Eden juga ditangkap pada tuduhan penodaan agama. Yang terakhir dia pernah dihukum selama 2, 5 tarikh penjara dan bebas pada 15 April 2011.

Saat bebas, Lia Eden mengaku tidak kapok dipenjara. Lia menyatakan bakal terus menyiarkan keyakinannya secara mendamaikan semua agama.

“Ah nggak. Hamba tidak kapok. Saya akan kembali dengan tugas luhur saya. Saya tidak curiga. Ini urusan Tuhan harus dilakukan. Amanat Allah harus dilakukan, ” kata Lia Eden saat menghirup suasana bebas di LP Hawa Tangerang, Jumat (15/4/2011).

“Kan hukum di Indonesia tidak boleh mengajarkan seperti itu? ” tanya wartawan.

“Nah itu dia. Di Indonesia harus ada keadilan untuk keyakinan. Apalagi tugas kami mendamaikan seluruh agama. Ana diamanatkan untuk mendamaikan keyakinan. Saya tidak ini tidak pernah berbuat kejahatan. Hamba menjalani 4, 5 tahun penjara bukan karena melakukan kejahatan loh, ” jawab Lia Eden. (mae/dhn)