Ribuan Warga Prancis Pawai Desak Penjaga Ungkap Kematian Adama Traore

Paris

Ribuan warga pawai putaran kota Val-d’Oise, Prancis, untuk mengingat kematian pria kulit hitam, Adama Traore, 4 tahun silam. Pengikut mendesak polisi mengungkap kasus maut Adama Traore.

Dilansir AFP , perarakan tersebut dihadiri oleh keluarga serta kerabat Traore. Selain itu, sebanyak kelompok yang melawan ketimpangan baik juga turut bergabung.

Aktivias lingkungan ambil bagian di dalam aksi ini. Mereka menyewa bus sebagai alat transportasi pawai.

Polisi diduga telah melakukan kebengisan terhadap Traore hingga nyawanya melayang. Diketahui sejumlah polisi ‘menjepit’ Traore di permukaan tanah saat hendak diamankan. Kemudian Traore pingsan & dievakuasi ke sel tahanan. Kira-kira saat setelahnya, Traore meninggal negeri.

“Tidak seorang pria, tidak ada orang yang harus mati seperti itu, pada leler itu, ” kata adik Traore, Assa Traore, dilansir AFP , Sabtu (18/7/2020).

Pemeriksaan medis telah dilakukan oleh otoritas Prancis pada kamar Mei lalu. Ketiga polisi Prancis yang diduga terlibat atas kematian Traore dibebaskan. Hal tersebut berlandaskan atas laporan medis yang membicarakan Traore tewas bukan karena kehabisan nafas.

Traore, disebut-sebut, meninggal karena gagal jantung. Aparat medis menyebut jantung Traore lemah karena ‘stres hebat’ yang dialaminya.

Hakim Prancis sudah meminta sejumah ahli forensik dibanding Belgia untuk mengautopsi ulang awak Traore. Hasilnya, diprediksi akan muncul pada Januari 2021.

“Daripada melakukan semua jenis penjagaan, mereka seharusnya hanya mengatakan dengan sebenarnya. Aku ingin keadilan dilakukan sebelum aku mati. ” Ujar ibunda Traore.

(isa/isa)