Taat Mendag, Jokowi Promosikan Bipang untuk Warga Berbagai Keyakinan

Jakarta

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi membela Presiden Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang khas Ambawang, Kalimantan Barat. Menurutnya, pernyataan Jokowi tersebut ditujukkan untuk masyarakat Nusantara dari beragam agama.

“Pernyataan bapak Kepala tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Yang terdiri dari beragam suku, keyakinan dan budaya. Yang mempunyai kekayaan kuliner nusantara lantaran berbagai daerah, ” katanya.

“Setiap sasaran memiliki kekhasan dan menjadi makanan favorit lokal. Oleh sebab itu, sekali lagi, kuliner khas daerah yang disebut bapak Presiden dalam video tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner nusantara yang sangat beragam, ” lanjutnya.

Dia menjelaskan kalau ada beragam kuliner yang disukai oleh beragam golongan masyarakat. Dia mengajak bangsa untuk mempromosikan kuliner nusantara.

“Tentu kuliner tersebut dikonsumsi, disukai & dicintai oleh berbagai gabungan masyarakat yang juga beraneka macam. Mari kita bangga serta promosikan kuliner nusantara dengan beragam. Sehingga bisa membakar ekonomi terutama UMKM, ” tuturnya.

Sekalipun demikian, dia tetap menodong maaf kepada masyarakat Indonesia. Sebab, video tersebut ialah bagian dari acara Kemendag.

“Kami dari kementerian perdagangan selaku pengasuh dari acara tersebut sekadar lagi memastikan tidak tersedia maksud apa pun dari pernyataan bapak Presiden. Saya mohon maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman. Karena niat kami hanya ingin agar kita semua bangga kepada produksi dalam negeri. Tercatat berbagai kuliner khas kawasan dan menghargai keberagaman keluarga kita, ” kata Mendag Muhammad Lutfi dalam video yang diunggah di akun Youtube Kemendag, Sabtu (8/5/2021).

Seperti diketahui, video pidato Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang istimewa Ambawang, Kalimantan Barat, viral di media sosial. Video tersebut disorot karena bipang dinarasikan sebagai babi panggang yang termasuk makanan haram bagi umat Islam.