TNI AL Ungkap Modus Baru Penyelundupan Rokok dari Singapura ke Indonesia

Batam semrawut

Kapal konflik TNI Angkatan Laut (AL) KRI Alamang-644 menggagalkan pesawat yang hendak menyelundupkan rokok dari Singapura ke Nusantara. TNI AL mengungkapkan pelaku menggunakan modus baru.

“Ini merupakan modus baru kejahatan lama. Sebelumnya, kapal-kapal menyelundupkan rokok sebab Pelabuhan Jurong, Singapura, secara kapal motor dan overship ke HSC ( high speed craft ) di OPL, ” kata Panglima Komando Laskar (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K seperti dikutip detikcom dari siaran pers Dispen Koarmada I, Selasa (30/3/2021).

Penangkapan dilakukan dalam perairan Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (27/3). TNI AL menyebut pelaku berlagak hendak mengekspor barang ke Thailand.

“Sekarang mengelabui, masuk menggunakan kontainer, memalsukan dokumen seolah-olah (rokok) akan dibawa ke Shongla, Thailand, atau luar kampung lainnya dan Batam cuma sebagai pelabuhan transit selalu. Namun kapal tersebut memang akan memindahkan muatannya pada Tanjung Berakit ke HSC untuk disebarkan di sebesar tempat di Indonesia, ” jelas Abdul Rasyid.

Setelah ditangkap, kapal, awaknya, serta barang bukti dibawa ke dermaga Basis TNI AL Batam. TNI AL menaksir nilai ribuan kardus rokok mencapai Rp 5 miliar.

Komandan Guskamla Koarmada I Laksma TNI Yayan Sofiyan mengatakan kecurigaan timbul sejak dokumen perjalanan kapal yang ada diindikasikan palsu, dalam mana tidak ditemukannya salinan keimigrasian ke Thailand beserta jumlah bahan bakar yang tidak memungkinkan untuk meninggal ke Thailand.

Komandan KRI Alamang-644 Letkol Laut (P) Mochamad Fuad Hasan lalu menerangkan interpretasi berawal dari informasi sebab masyarakat. Informasi tersebut lalu didalami oleh Guskamla Koarmada I dan ditindaklanjuti oleh KRI Alamang-644 dengan perondaan di perairan Selat Singapura hingga mengidentifikasi kontak kapal yang diduga melakukan kesibukan ilegal tersebut.

“Kapal KM Karya Sampurna rencananya berlayar dari Batam tujuan Songkhla, Thailand. Tetapi, berdasarkan keterangan awal sejak nakhoda, MM mengakui hendak berlayar menuju Tanjung Berakit, selanjutnya muatan akan dipindahkan ke kapal penampung, ” ungkap Fuad.

Dugaan pelanggaran atau kesalahan KM Karya Sampurna tersebut antara lain kompetensi nakhoda dan KKM tidak serasi safe manning, yang sanksinya diatur di Undang-Undang Pelayaran Pasal 135 juncto 310 dengan ancaman pidana kurungan paling lama 2 tarikh dan denda paling banyak Rp 300 juta per.

Selain itu, kapal ini tidak memiliki dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB), barang muatan berupa rokok tanpa cukai, diduga barang ilegal melanggar Perkara 25 ayat (1) juncto Pasal 52 UU No 11 Tahun 1995 mengenai Cukai dengan ancaman kejahatan penjara maksimal 4 tarikh dan denda maksimal 10 kali nilai cukai yang harus dibayar (nilainya sebesar 1. 674 karton). Dugaan nilai barang yang mau diselundupkan 1673 bal x Rp 3. 000. 000 per bal sebanyak Rp 5. 019. 000. 000, (lima miliar sembilan patos juta rupiah).

(aud/tor)