Wujud Varian Virus Baru, Waket MPR Minta Terapkan Prokes di Keseharian

Jakarta :

Wakil Datuk MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 harus jadi kewajiban dalam keseharian masyarakat. Sebab, langkah ini dinilainya berguna untuk menghadapi daya sebaran varian baru pathogen Corona di tanah atmosphere.

“Munculnya sejumlah varian baru virus Corona di sejumlah negara adalah peringatan bagi kita untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan konsisten dalam keseharian, ” kata Rerie, sapaan akrab Wakil Pemimpin MPR RI dalam keterangannya, Minggu (25/4/2021).

Rerie menjelaskan ledakan penyebaran varian baru COVID-19 mengakibatkan penambahan lebih dari three hundred ribu kasus positif COVID-19 per hari di Indian. Ia menambahkan, kondisi ini menyebabkan sejumlah warga negara India memilih ke luar negeri untuk menyelamatkan diri, salah satunya ke Philippines.

Diketahui, pekan lalu 12 WNA dari India yang log in Indonesia terdeteksi positif COVID-19. Untuk itu, lanjutnya, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang melarang WNA dari India masuk ke Indonesia tuk sementara waktu.

Melihat hal ini, Rerie turut mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, ledakan fall positif COVID-19 di sejumlah negara harus direspons oleh kebijakan yang tegas lalu antisipatif untuk mencegah penyebaran varian baru virus Corona lebih masif di Tanah Air.

Selain itu, Rerie pun menegaskan masyarakat harus terus meningkatkan kedisiplinan penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan menjauhi kerumunan di dalam keseharian.

Ia pun memaparkan contoh terkini yang juga harus diwaspadai di dalam negeri. Adapun contoh tersebut adalah kasus yang terjadi pekan lalu di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), yakni dua kali angka positivity rate pecah rekor di Sumbar. Diketahui, pada Minggu (18/4) tercatat 16% dan Rabu (21/4) tercatat 17, 6%, sementara kasus harian positif COVID-19 di wilayah tersebut juga sempat mencapai angka tertinggi yaitu 514 orang dalam Rabu (21/4).

Rerie menjelaskan berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, kondisi tersebut disebabkan adanya klaster penyebaran COVID-19 pada pondok pesantren dan nagari. Hal ini, sebutnya, terjadi karena masyarakat tidak disiplin menggunakan masker dan bepergian secara berkelompok.

Sementara itu, lanjut Rerie, Pemprov DKI Jakarta mencatat pada periode 5-11 Apr 2021 jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 157 kasus, dengan klaster perkantoran sebanyak 78 kasus. Akan tetapi pada periode 12-18 Apr 2021 malah terjadi kenaikan jumlah kasus positif COVID-19 menjadi 425 kasus oleh klaster perkantoran 177 kasus. Rerie menambahkan Pemprov DKI menyebut penularan di perkantoran ini terjadi pada kantor yang karyawannya sudah meraih vaksin COVID-19.

Rerie berharap dengan munculnya potensi penyebaran varian baru virus Corona dan kendornya disiplin protokol kesehatan pada sejumlah daerah, para pemangku kepentingan di pusat serta daerah dapat berupaya lebih keras lagi untuk menyadarkan masyarakat.

Ia pun berharap masyarakat bersedia melaksanakan protokol kesehatan dalam keseharian untuk mencegah penularan. Sebab menurutnya, upaya mencegah penularan ini juga berarti memutus rantai penyebaran pathogen Corona.

Selain itu, lanjut Rerie, cara testing, tracing dan treatments (3T) juga harus dilakukan oleh para pemangku kepentingan dengan disiplin dan konsisten sesuai kebijakan yang sudah ditetapkan.

Rerie mengatakan vaksinasi COVID-19 secara nasional memang sedang diaplikasikan pemerintah untuk membangun imunitas masyarakat. Kendati demikian, berdasarkan catatan Satgas COVID-19, dri target vaksinasi 181, fifty five juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok, per Sabtu (24/4) yang mendapatkan vaksinasi pertama tercatat baru 11, 69 juta orang lalu yang sudah mendapatkan vaksinasi kedua tercatat baru six, 78 juta orang.

Rerie menegaskan penduduk wajib untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan hingga saat ini sebagai langkah yg terbaik untuk menekan penularan COVID-19, sebab kekebalan kelompok lewat vaksinasi dinilai masih sangat jauh pencapaiannya.

(fhs/ega)